Minggu, 03 April 2011

Sampah Antariksa

Hallo dunia !
Apa kalian tau sampah? Pasti semua tau kan? Sampah adalah benda yang sudah diambil daya gunanya sehingga sudah bernilai rendah atau bahkan tidak bernilai lagi. Kalian semua mungkin hanya mengetahui sampah hanya berada di bumi kan? Kalian tidak menyadari ketika memandang bintang di langit sebenarnya di luar angkasa sana juga terdapat sampah, sampah itu dikenal dengan ”sampah antariksa”. Apa itu sampah antariksa? Mari kita pelajari sedikit apa itu sampah antariksa.

Sampah antariksa merupakan benda langit buatan manusia yang sudah tidak memiliki manfaat yang berarti, bahkan lebih banyak bahayanya. Sampah antariksa meliputi pecahan satelit dan roket, satelit yang tidak berfungsi, benda-benda yang terlepas dari satelit dan roket, baik yang disengaja, mau pun tidak disengaja, seperti mur, penutup lensa, dan lain-lain.
Berdasarkan penelitian, komposisi sampah antariksa adalah sebagai berikut :
- 17% berupa bagian badan roket
- 19% sampah berhubungan dengan aktivitas misi di antariksa.
- 22% berupa pesawat antariksa atau satelit yang tidak berfungsi.
- 42% berupa pecahan-pecahan atau sisa komponen ( bahan baker, baterai, cat yang mengelupas. )
Sampah antariksa berjumlah 11.000 objek berukuran lebih dari 10cm, dan 100.000 objek berukuran antara 1-10cm. letak sampah antariksa yang paling banyak, terdapat pada kawasan orbit rendah ( 2.000 km di atas permukaan bumi ).
Menurut badan antariksa Eropa, ESA dalam situs esa multimedia.esa.int menyatakan bahwa, sejak diluncurkannya satelit buatan pertama Sputnik ( 4 Oktober 1957 hingga 1 Januari 2008 ). Secara total, sudah ada 6.000 satelit yang beredar di orbit bumi. Namun, hanya sekitar 800 satelit saja yang masih aktif, dan sekitar 5.200 satelit lainnya, turut menjadi sampah antariksa dan tinggal bersama serpihan-serpihan sisa ledakan pesawat antaiksa dan benda langit lainnya.

Sampah antariksa juga mempunyai ancaman diantaranya adalah:
·         Kepingan sampah antariksa dapat merusak satelit yang masih aktif.
·         Jatuh ke bumi dan menimbulkan efek kerusakan.
·         Mengganggu pengamat bila pada saat pengukuran fotometrik terlintas cahaya sampah antariksa yang tepat masuk dalam medan pandang teleskop. Jika hal ini terjadi hasil pengamatan menjadi sia-sia.

Solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak sampah antariksa adalah:
·         Memperbaiki satelit yang rusak sehingga tidak menjadi sampah.
·         Merancang system untuk menjatuhkan sampah antariksa secara terencana atau membuang ke “zona sampah” pada akhir misinya.


sumber: klik disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar